Hantu Puncak Datang Bulan kontroversinya berawal dari kemunculan video trailer film hantu ini di YouTube. Karena banyaknya adegan syur yang ditampilkan, termasuk adegan ciuman leher, petting, ciuman di pinggul dan buka-bukaan, akhirnya banyak yang menganggap film ini hanya cocok untuk ditonton oleh orang-orang dengan umur diatas 18 tahun alias 18+. Dengan adanya filter otomatis dari
Google, maka banyaknya flagging pada content video tersebut menyebabkan orang-orang tidak bisa melihat video trailer tersebut bila tidak mempunyai account YouTube.
Berikutnya, video trailer Hantu Puncak Datang Bulan tersebut kembali hilang dari peredaran. Entah karena dihapus oleh penguploadnya ataupun dari pihak YouTube sendiri, namun karena banyaknya orang yang telanjur ingin melihat video tersebut maka serta mertanya film yang belum tayang walaupun dijadwalkan rilis tanggal 4 Februari 2010 tersebut melonjak popularitasnya.
Sebenarnya film hantu dengan kedok seks ini bukan yang pertama. Sebelumnya juga telah muncul film Air Terjun Pengantin atau bahkan film Suster Keramas yang menghadirkan artis porno Jepang Rin Sakuragi!
Belakangan MUI bahkan menolak peredaran film ini untuk beredar di bioskop bila ternyata banyak adegan yang tidak layak untuk ditonton masyarakat yang memang sebagian besar beragama Islam. Kontroversi rupanya tidak berhenti sampai disana, lantaran FPI juga ikut menyuarakan aspirasinya dengan mengancam untuk demo bila film Hantu Puncak Datang Bulan benar-benar ditayangkan di bioskop.